MENENGOK TAMAN SEKARTAJI
Taman Sekartaji merupakan ikon baru
pariwisata kota Solo. Taman ini hadir dan menjadi alternatif baru bagi
masyarakat kota Solo dan sekitarnya. Untuk sekedar bersantai sejenak sembari
menikmati pemandangan. Taman Sekartaji yang terletak persis di pinggiran Kali
Anyar, di kawasan Mojosongo , Jebres, Surakarta, atau perempatan rumah sakit
dr.Oen Kandang Sapi ini, memberi kesan yang sangat eksklusif dan lain
dibandingkan dengan tempat-tempat untuk bersantai di kota Solo seperti : Stadion
Manahan, Kompleks Windujenar, Taman Balekambang, ataupun kawasan City Walk
Slamet Riyadi.
Selain itu, taman yang diresmikan
oleh walikota Surakarta Jokowi pada tanggal 20 Februari 2009 ini dapat
dikatakan berbeda karena berada di pinggiran sungai atau bantaran sungai Kali
Anyar. Melihat konsep fisik taman yang begitu dekat dengan bibir sungai,
semakin menguatkan keberadaan tempat ini untuk dijadikan tempat yang sangat
cocok untuk bersantai tau beristirahat sejenak sembari melihat aliran sungai
Kali Anyar yang mengalir menuju sungai Bengawan Solo.
Meskipun taman tersebut tidak begitu
ramai pengunjung seperti Balekambang atau taman yang lain di Solo. Namun sangt
menarik untuk sejenak untuk melepas penat dari seluruh aktivitas. Taman
tersebut juga cocok untuk kita olahraga pagi misalnya jogging karena disana
terdapat semacam jalan berkelok-kelok di sekitar taman mengikuti aliran sungai.
Kondisi taman Sekartaji yang masih
tergolon baru masih sekitar 3 tahun 2 bulan ini cukup kritis. Bahkan sepertinya
taman tersebut belum sepenuhnya selesai karena masih ada beberapa bagian taman
tersebut belum sepenuhnya selesi karena masih ada beberapa bagian taman yang
kosong terlihat masih belm digarap. Apalagi di musim kemarau, taman yang
kekeringan tersebut terbakar. Seperti yang sudah trjadi di sisi bagian Barat
taman pada senin (6/9) lalu. Dari pantauan SM, Cyber News di taman, semak
belikar yang sudah berwarna kekuningan dan kering itu, yakni di sekitar taman
terus terbakar. Hal ini menyebabkan taman tidak indah lagi. Apalagi di saming
sampah yang beserakan dimana-mana, atau tulisan Taman Sekartaji yang menempel
pada dinding di bagian Timur taman atau pinggir jalan raya sudah tidak da. Saat
ini hanya tersisa miniature topeng saja. Seorang warga Mojosongo yang kebetulan
melintas, Fajar Fadhli menyayangkan jika taman yang sebelumnya bagus, saat ini
terlantar. “Taman ini jauh berbeda dengan taman yang saya lihat sekitar 2 tahun
yang lalu. Bahkan jika dilihat dari kejauhan, tidak tampak seperti taman.
Pasalnya semak belukar bebas menjalar dan kebersihan tidak terjaga. Dilihat
mata saja sudah tidak menyenangkan.” Katanya saat mengunjungi taman itu.
Sementara itu, Kabid Pertamanan dan
Penerangan Jalan Umum Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP) Surakarta, Suharto
mengungkapkan, untuk masalah taman pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya
penanganan secara keseluruhan taman akan digarap sekitar pertengahan 2012. Oleh
karena itu penanganan sebelumnya hanya sebatas pembersihan saja.
“Kalau sebelah Barat memang sudah
diserahkan oleh DKP. Tapi untuk sisi Timur, pengelolaannya masih menjadi
tanggung jawab Badan Lingkungan Hidup (BLH). Nanti kita tinjau yang terbakar
itu,” jelasnya. Dia menambahkan,untuk masalah tulisan Taman Sekartaji y6ang
menempel pada dinding di bagian Timur taman yang sudah tidak ada itu, belum
lama ini dilepas oleh pihaknya. Karena sebelumnya beberapa huruf dicuri oleh
orang yang tidak bertanggung jawab.
Setidajnyqa, dengan di bangunnya
taman Sekartaji oleh pemerintah kota Surakarta ini, diharapkan untuk masyarakat
kota Solo pada umumnya, untuk semakin peduli dengan lingkingan sekitar termasuk
di kawasan bantaran sungai Kali Anyar ini, yang pada mulanya tidak terawat dan
mengandung resiko bencana yang tinggi pada akhirnya disulap menjadi sebuah
taman yang indah asalkan masyarakatnya juga mau menjaga lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar