Selasa, 11 Juni 2013



MENENGOK TAMAN SEKARTAJI

             Taman Sekartaji merupakan ikon baru pariwisata kota Solo. Taman ini hadir dan menjadi alternatif baru bagi masyarakat kota Solo dan sekitarnya. Untuk sekedar bersantai sejenak sembari menikmati pemandangan. Taman Sekartaji yang terletak persis di pinggiran Kali Anyar, di kawasan Mojosongo , Jebres, Surakarta, atau perempatan rumah sakit dr.Oen Kandang Sapi ini, memberi kesan yang sangat eksklusif dan lain dibandingkan dengan tempat-tempat untuk bersantai di kota Solo seperti : Stadion Manahan, Kompleks Windujenar, Taman Balekambang, ataupun kawasan City Walk Slamet Riyadi.
Selain itu, taman yang diresmikan oleh walikota Surakarta Jokowi pada tanggal 20 Februari 2009 ini dapat dikatakan berbeda karena berada di pinggiran sungai atau bantaran sungai Kali Anyar. Melihat konsep fisik taman yang begitu dekat dengan bibir sungai, semakin menguatkan keberadaan tempat ini untuk dijadikan tempat yang sangat cocok untuk bersantai tau beristirahat sejenak sembari melihat aliran sungai Kali Anyar yang mengalir menuju sungai Bengawan Solo.
Meskipun taman tersebut tidak begitu ramai pengunjung seperti Balekambang atau taman yang lain di Solo. Namun sangt menarik untuk sejenak untuk melepas penat dari seluruh aktivitas. Taman tersebut juga cocok untuk kita olahraga pagi misalnya jogging karena disana terdapat semacam jalan berkelok-kelok di sekitar taman mengikuti aliran sungai.
Kondisi taman Sekartaji yang masih tergolon baru masih sekitar 3 tahun 2 bulan ini cukup kritis. Bahkan sepertinya taman tersebut belum sepenuhnya selesai karena masih ada beberapa bagian taman tersebut belum sepenuhnya selesi karena masih ada beberapa bagian taman yang kosong terlihat masih belm digarap. Apalagi di musim kemarau, taman yang kekeringan tersebut terbakar. Seperti yang sudah trjadi di sisi bagian Barat taman pada senin (6/9) lalu. Dari pantauan SM, Cyber News di taman, semak belikar yang sudah berwarna kekuningan dan kering itu, yakni di sekitar taman terus terbakar. Hal ini menyebabkan taman tidak indah lagi. Apalagi di saming sampah yang beserakan dimana-mana, atau tulisan Taman Sekartaji yang menempel pada dinding di bagian Timur taman atau pinggir jalan raya sudah tidak da. Saat ini hanya tersisa miniature topeng saja. Seorang warga Mojosongo yang kebetulan melintas, Fajar Fadhli menyayangkan jika taman yang sebelumnya bagus, saat ini terlantar. “Taman ini jauh berbeda dengan taman yang saya lihat sekitar 2 tahun yang lalu. Bahkan jika dilihat dari kejauhan, tidak tampak seperti taman. Pasalnya semak belukar bebas menjalar dan kebersihan tidak terjaga. Dilihat mata saja sudah tidak menyenangkan.” Katanya saat mengunjungi taman itu.
Sementara itu, Kabid Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP) Surakarta, Suharto mengungkapkan, untuk masalah taman pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya penanganan secara keseluruhan taman akan digarap sekitar pertengahan 2012. Oleh karena itu penanganan sebelumnya hanya sebatas pembersihan saja.
“Kalau sebelah Barat memang sudah diserahkan oleh DKP. Tapi untuk sisi Timur, pengelolaannya masih menjadi tanggung jawab Badan Lingkungan Hidup (BLH). Nanti kita tinjau yang terbakar itu,” jelasnya. Dia menambahkan,untuk masalah tulisan Taman Sekartaji y6ang menempel pada dinding di bagian Timur taman yang sudah tidak ada itu, belum lama ini dilepas oleh pihaknya. Karena sebelumnya beberapa huruf dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Setidajnyqa, dengan di bangunnya taman Sekartaji oleh pemerintah kota Surakarta ini, diharapkan untuk masyarakat kota Solo pada umumnya, untuk semakin peduli dengan lingkingan sekitar termasuk di kawasan bantaran sungai Kali Anyar ini, yang pada mulanya tidak terawat dan mengandung resiko bencana yang tinggi pada akhirnya disulap menjadi sebuah taman yang indah asalkan masyarakatnya juga mau menjaga lingkungan.           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar